Fanpage

Template Information

NOMER YANG BISA DI HUBUNGI :
IM3 : 085790239331
SIMPATI : 081234315351
PIN BB : 329EA591

Bank

BCA : 3250477707
AN : DAVID EKO PRASETYO
BRI : 384301001087505
AN : DAVID EKO PRASETYO

AGATE / BATU AKIK




batu akik

Akik adalah batu dengan warna yang paling beragam dengan senyawa SiO2 dan cocok bagi semua orang. Akik dapat membantu untuk hal-hal yang berhubungan dengan kepribadian secara fisik dan emosional.
Kesehatan: Akik adalah batu yang mendinginkan, membantu menurunkan demam, bermanfaat bagi daerah perut, menyelaraskan detak jantung. Mengenakan agate dapat membantu tidur lebih nyenyak dan mimpi indah, menyembuhkan penyakit dan memberi kontribusi bagi keseimbangan tubuh.
Aura Batu: Legenda mengatakan bahwa pemakai Akik akan dilindungi dari bahaya dan memberkahi pemakainya dengan keberanian. Akik membawa stabilitas / menghadirkan kemakmuran dalam hidup dan dipercaya menghindari bahaya. Pemakai lebih tenang dan berpandangan lebih luas. menurut cerita,keluarga nabi muhammad saw suka memakai batu akik

SELUK BELUK BATU PERMATA


SELUK BELUK BATU PERMATA
Dalam penilaian manusia ada beberapa jenis batu yang sangat digemari, yaitu Berlian, Jambrut, Mira, Mata Kucing, dan Safir. Di samping jenis-jenis tersebut masih banyak pula yang digemari orang, terutama di Indonesia, seperti kecubung, pirus, kalimaya dan berbagai jenis akik dengan berbagai penamaan yang diberikan oleh para penggemarnya.
Bagi mereka yang mau membeli dengan harga tinggi disebabkan oleh beberapa hal, misalnya senang kepada warnanya, kemurniannya, modelnya, besarnya, langkanya, sternya (sinar yang bergerak-gerak di batunya), tetapi ada pula orang yang memakainya karena batunya dirasakan membawa rejeki/hoki, menyehatkan tubuhnya, menimbulkan rasa sayang dari orang lain, dan sebagainya.
Apakah hal tersebut benar atau tidak? Apakah batu permata bisa mempengaruhi hal baik atau buruk bagi pemakainya? dan masih banyak lagi pertanyaan tentang hal tersebut. Dalam tulisan ini penulis akan menjabarkan pengaruh batu permata bagi kita sebagai pemakainya.
Semua yang ada di alam semesta ini terdiri dari getaran, baik benda yang dapat dideteksi oleh pancaindera kita maupun yang tidak dapat dideteksi oleh pancaindera kita. Getaran menghasilkan energi atau kekuatan. Mungkin diantara pembaca ada yang pernah mendengar pengobatan dengan musik atau dengan warna yang sudah dipraktekkan di luar negeri atau yang sudah lazim digunakan di dunia kedokteran yaitu dengan penyinaran infra merah. Dalam film silat cina yang sering kita lihat, pesilat/jagoan di film tersebut dapat mengalahkan musuhnya dengan senjata berupa alat musik yang dimainkan dengan nada tinggi. Di perguruan pencak silat indonesia, seorang pesilat dapat menebak warna sapu tangan atau mengendarai kendaraan dengan mata tertutup. Hal tersebut tidaklah aneh jika kita mengetahui bahwa seluruh alam semesta ini terdiri dari getaran. Warna memiliki getaran, bunyi memiliki getaran, dan bentuk pun memiliki getaran.
BATU PERMATA
Batu permata terjadi di dalam perut bumi dan prosesnya berlangsung ratusan bahkan ribuan tahun sebelum batu tersebut ditemukan dan diolah hingga dapat dipakai oleh manusia sebagai permata. Batu-batu tersebut mengandung berbagai zat, seperti zat besi, tembaga, kapur dan lain-lain.
Pengaruh batu perhisan terdiri dari empat unsur yaitu:
1. Kemurniannya
Pengertian kemurnian disini adalah keasliannya, bukan sintetis atau masakan dan kekerasannya. Kemurnian ini mempengaruhi batu permata dalam menerima dan mengirimkan getaran. Batu permata yang terbentuk dalam perut bumi ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun tidaklah sama dengan batu sintetis, walaupun batu sintetis pun memiliki getaran. Semakin murni sebuah batu permata maka semakin besar tenaga/energinya untuk menerima dan mengirim getaran. Jika batu permata ada “kotoran” di dalamnya, kotoran tersebut dapat menghambat proses pengiriman dan penerimaan getaran-getaran alam. Tetapi ada pula pada kasus tertentu (sekalipun jarang) kotoran pada batu permata tersebut malah memperkuat gataran yang diterima maupun yang dikirim.
2. Kekerasan Batu Permata
Kekerasan batu permata biasanya diukur dengan skala Mohs. Misalnya saja berlian nilai kekerasannya 10, maka batu permata yang tergolong nilai kekerasannya tinggi adalah 8 sampai 10, yang tergolong menegah adalah 6 sampai 7, dan yang tergolong rendah adalah 5 ke bawah.
3. Warna Batu Permata
Warna memiliki berbagai getaran, tergantung dari warnanya. Sama halnya jika seseorang yang dapat melihat aura manusia, sehingga bisa mendeteksi keadaan manusia dari warna aura yang terpancar dari tubuhnya (mood, kesehatan, dll). Bahkan di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Kota/Beos (Jakarta) ada yang menyediakan jasa foto aura, dan setelah hasil fotonya dianalisa biasanya para pengguna jasa foto aura tersebut diberi batu permata yang katanya untuk menetralisir aura negatif yang ada pada dirinya. Warna merah, biru, hijau, kuning, putih, abu-abu dan warna lainya memiliki gataran yang berbeda dan memiliki arti yang berbeda pula untuk manusia. Mungkin diantara para pembaca yang pernah tau tentang “cakra” (titik-titk pusat energi dalam tubuh manusia, yang biasa disebut Kundalini) akan dapat memperoleh pengertian yang lebih mendalam tentang warna yang dikaitkan dengan setiap cakra.
4. Bentuk Batu Permata
Berdasarkan pengalaman, bentuk suatu benda menghasilkan berbagai pengaruh yang berbeda-beda. Bentuk bulat, piramid, kerucut, segi empat atau bentuk lainnya memiliki pengaruh yang berbeda-beda. Demikian juga bentuk batu permata, tetapi kalau kita ingin mempertajam pengaruh batu yang kita pakai maka bentuk facet-facet seperti pada berlianlah yang paling banyak menghasilkan energi. Pengaruh batu permata belum bisa diketahui dan belum bisa menghasilkan energi yang cukup pengaruhnya bagi si pemakai jika hanya digunakan/dipakai hanya satu atau dua hari saja. Oleh karena itu pakailah batu permata minimum 6 bulan secara kontinu di tubuh kita.
5. Ukuran Batu Permata
Besar-kecilnya batu permata juga mempengaruhi besar-kecilnya energi yang diterima maupun yang dipancarkan oleh batu tersebut. Semakin besar batu permata tentunya semakin besar pula energi yang dihasilkan.
KETERBATASAN PENGARUH BATU PERMATA
Jangan sampai para pembaca berkesimpulan bahwa pengaruh batu permata yang dipakainya itu mutlak seperti yang diharapkan. Pengaruh batu permata pasti ada tetapi pengaruhnya itu dibatasi oleh hukum Allah bagi setiap hambanya. Jadi nasib yang sudah di tentukan baik akan memaksimalkan pengaruh batu permata yang dipakai dan sebaliknya.
MEMILIH BATU PERMATA YANG COCOK
Berdasarkan penjelasan terdahulu bahwa semua yang ada di alam semesta ini terdiri dari getaran maka dasar untuk memilih batu permata semestinya juga berdasarkan getaran. Dalam prakteknya, getaran manusia tercermin dalam manusia itu sendiri seutuhnya dan terbentuk di dalam kelakuannya, keinginannya, ucapannya, dan lain-lain dari pribadi manusia tersebut. Untuk mengetahui batu permata yang cocok bagi kita maka saya menganjurkan :
1. Lihat daftar tentang warna dan batu permata (ada pada pembahasan selanjutnya) yang ingin anda pakai.
2. Ikuti perasaan anda sendiri, jenis warna dan batu permata mana yang paling anda senangi. Kalau anda merasa senang, Pakailah! Karena perasaan senang pada saat memilih sebuah batu permata berarti getaran batu tersebut cocok dengan getaran tubuh anda.
3. Mengkonsultasikan pada orang (baca: orang/paranormal yang mengerti tentang batu permata) yang anda kenal benar.
CARA MEMAKAI BATU PERMATA
Untuk mengetahui cara memakai batu permata disesuaikan dengan tujuan dari si pemakai, apakah sebagai gelang, cincin, ikat pinggang, kalung dan sebagainya. Kalau di lihat dari ilmu cakra/kundalini memang ada bagian tubuh tertentu untuk dipakaikan batu permata sesuai dengan tujuan kita memakainya.
Saya akan menjabarkan pengetahuan dari dunia spiritual tentang fungsi jari tangan:
  • Jari Kelingking, berkaitan dengan kekuatan kejiwaan
  • Jari Manis, berkaitan dengan tenaga atau vitalitas tubuh
  • Jari Tengah berkaitan dengan kekuatan kemauan
  • Jari Telunjuk berkaitan dengan kebijaksanaan
  • Ibu jari berkaitan dengan ego yang murni
Kemudian dapat juga ditambahkan bahwa bagian kiri dari tubuh adalah untuk menerima getaran dan bagian kanan dari tubuh untuk mengirimkan getaran, terutama pada kepala bagian kiri dan kanan.
Jadi apakah anda akan memakainya di tangan kanan atau tangan kiri tergantung niat anda sendiri. Untuk menyembuhkan orang lain, pergunakanlah batu permata di tangan/ bagian tubuh sebelah kanan, untuk menambah tenaga dan vitalitas pergunakanlah di jari Manis sebelah kiri. Intinya untuk memancarkan pengaruh ke luar pakailah di sebelah kanan tubuh , untuk mempengaruhi diri sendiri pakailah di sebelah kiri tubuh.
Syarat untuk memperolah hasil yang maksimal adalah anda harus bertakwa kepada Allah dan memasrahkan hasil usaha anda kepadanya.
CARA MEMILIH IKATAN UNTUK BATU PERMATA
Ada lima logam yang baik untuk ikatan batu permata yaitu, emas, perak, baja, kuningan dan tembaga. Logam tersebut berfungsi sebagai penyalur getaran, atau bila dalam dunia perlistrikan disebut Konduktor.
Fungsi kelima logam tersebut adalah :
1. Emas, lebih banyak menyalurkan getaran matahari atau api (getaran ‘Yang’/getaran maskulin).
2. Perak, lebih banyak menyalurkan getaran air dan bulan (getaran ‘Yin’/getaran feminim).
3. Baja atau baja putih, sangat kuat menyalurkan getaran bumi.
4. Kuningan, menyalurkan getaran matahari juga tetapi tidak sekuat emas.
5. Tembaga, lebih banyak menyalurkan getaran matahari berbarengan dengan getaran bumi.
Kalau anda merasa kebanyakan unsur getaran api atau ‘Yang’, pakailah ikatan dari perak. Kalau anda “dingin” pakailah ikatan dari emas untuk mengurangi ‘Yin’, begitulah Cara memilih logam yang cocok dengan anda.
Mengenai bentuk ikatannya, pada prinsipnya batu permata jangan tertutup di bagian yang menghadap ke kulit anda. Lebih baik lagi jika batu permata tersebut dapat langsung mengenai atau menyentuh kulit anda.
WARNA BATU PERMATA DAN KEGUNAANNYA
Putih, batu permata warna ini meliputi jenis Berlian putih, Kwarsa yang jernih, Mutiara putih, Akik putih yang transparan dan Kalsit. Jenis ini berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala (embun-embun) yaitu cakra tertinggi (ketujuh). Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang positif untuk membantu menciptakan harmoni, kesembuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Mutiara putih dan kalsit berkaitan untuk membantu menumbuhkan getaran-getaran untuk tulang, rambut, dan kuku.
Ungu, batu permata warna ini meliputi jenis Kecubung/Ametis dan Turmalin ungu. . Jenis ini masih berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala sebagai cakra ketujuh. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang sangat membantu menumbuhkan ketenangan, mengurangi energi yang negatif, lebih banyak menghasilkan getaran feminim, dan baik untuk membantu pengembangan batin yang positif.
Biru Tua dan Indigo, batu permata warna ini meliputi jenis Safir, Turmalin, dan batu-batu yang berwarna agak biru tua atau indigo. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang keenam yang terletak di tengah kening kepala. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu menumbuhkan kebijaksanaan, mengembangkan intuisi, memperkuat mata dan telinga, memperkuat daya ingat, bahkan membantu meningkatkan kepekaan terhadap dunia halus.
Biru Muda, batu permata warna ini meliputi jenis Pirus, Akuamarin, Topas biru, Malasit biru, Kwarsa biru, dan Turmalin biru. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang kelima yang terletak di tenggorokan. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk lancar berbicara dan bernyanyi, menyehatkan bagian leher, tenggorokan, pundak dan membantu manusia menjadi lebih bijaksana serta belas kasih.
Hijau, batu permata warna ini meliputi jenis Giok, Jamrut, Malasit hijau, Peridot, Turmalin, Kalsit hijau dan Mata Kucing yang hijau. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang keempat yang terletak di daerah dada/jantung. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk memperkuat jantung, menumbuhkan kasih sayang, menambah kesadaran materi/kebendaan, memperkuat otot-otot syaraf dan dapat mengurangi emosi yang negatif.
Kuning, batu permata warna ini meliputi jenis Berlian kuning, Mata Kucing kuning, dan Kwarsa yang kusam. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang ketiga yang terletak di dekat pusat/puser. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk menambah energi jantan/maskulin, memperkuat kemauan dan memperkuat tubuh secara umum.
Merah Jingga, batu permata warna ini meliputi semua jenis Akik terutama yang mengarah ke warna merah jingga. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang kedua yang terletak sedikit di bawah pusat. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu memperkuat daya kemampuan sex dan memperkuat daya kreatif.
Merah Jambu/Pink, batu permata warna ini meliputi jenis Kwarsa Ros, Turmalin, Garnet, dan Giok yang berwarna merah jambu. Jenis ini berkaitan juga dengan cakra yang keempat yang terletak di daerah dada/jantung. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang membantu untuk menambah kehalusan cinta, kehangatan yang damai dan positif.
Merah, batu permata warna ini meliputi jenis Mira, Jasper, dan Garnet. Jenis ini berkaitan dengan cakra yang pertama yang terletak di daerah pinggul/tempat duduk. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang menumbuhkan hawa panas, menambah tenaga tubuh karena mempengaruhi peredaran darah dan menjadikan lebih giat bekerja.
Coklat, batu permata warna ini meliputi jenis Mata Harimau, Akik, Topas coklat, Jasper, dan kwarsa yang kusam seperti berawan. Jenis ini berkaitan dengan daerah paha. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang menambah ketenangan, memperkuat kaki bagian paha dan menjadi penyalur “tenaga” ke bawah (menurut kebatinan).
Abu-Abu, batu permata warna ini meliputi jenis Akik, Mutiara yang abu-abu, Mata Kucing yang abu-abu dan Kwarsa kusam. Jenis ini berkaitan dengan bagian tengah kaki/betis. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang memperkokoh kaki, menambah ketabahan dan menjadi penyalur “tenaga” ke bumi.
Hitam, batu permata warna ini meliputi jenis Akik, Oniks, Safir Hitam/Nilam, dan semua jenis batu yang berwarna hitam kelam. Jenis ini berkaitan dengan telapak kaki. Jenis batu permata warna tersebut menghasilkan getaran yang memperkuat daya fokus (ketekunan dalam urusan duniawi), keteguhan, ketabahan kaki, menambah ketenangan dan menjadi penyalur “tenaga” ke bumi.

FOR SALE BATU AGATE DAN BATAU PERMATA

SILAHKAN DI PILIH DIPILIH JENIS BATU MULIA DAN BATAU AGATE,,,,,

PERABOT KERIS


JAGRAK KERIS ATAS :
BAHAN KAYU JATI UKIR HALUS HARGA Rp, 275.000


JAGRAK KERIS ATAS : BAHAN KAYU JATI UKIR HALUS HARGA Rp, 225.000

TOMBAK PENDAWA LIMO STOK KOMANDO ( SIAP DIPINANG )


DHAPUR : PANDAWA LIMO
TANGGUH : MAJAPAHIT
PAMOR : SEGORO MUNCAR
STOCK KOMANDO : KAYU JATI
MAHAR : Rp. 650.000









Macam - Macam Pamor Keris dan Filosofi Tuahnya


Tidak kami panjang lebarkan dari pamor ,
Pengertian Pamor lebih mudahnya adalah gambar yang ada di sebuah bilah tosan aji
Nama untuk pamor keris berlaku juga untuk tosan aji lainnya seperti Tombak, Wedung, Pedang dsb.
Semua pamor ada maksud filosofi terkandung ,ada pesan moral dalam kehidupansetiap setiap macam pamor dalam penempatanya
Semuanya tetap serah pasrah pada sang pencipta


Pamor yang paling banyak dijumpai, bentuknya tidak teratur tetapi tetap indah dan umumnya tersebar dipermukaan bilah. Ada yang berpendapat pamor ini pamor gagal, saat si empu ingin membuat sesuatu pamor tetapi gagal maka jadilah Wos Wutah. Tetapi ini dibantah dan beberapa empu dan pamor ini memang sengaja dibuat serta termasuk pamor tiban. Pamor ini berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih.   

Sepintas seperti kulit semangka, tuahnya seperti Sumsum Buron, memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak memilih dan cocok bagi siapa saja. 

Mirip goresan kuas besar pada sebuah bidang lukisan. Tuahnya biasanya menambah kewibawaan dan menunjang karier seseorang. Menurut istilah Jawa bisa menjunjung derajat. Pamor ini termasuk pemilih dan tidak setiap orang cocok. 

Seperti Wos Wutah hanya gumpalan gambarnya terpisah agak berjauhan, seperti bentuk pulau pada peta. Tuahnya sama dengan pamor Wos Wutah. 

Pamor ini juga mirip Wos Wutah, gumpalan juga terpisah agak berjauhan seperti Pulo Tirto hanya agak lebih besar dan lebih menyatu. Tuahnya baik, tahan godaan dan murah rejeki serta tidak pemilih. 

Bentuknya mirip pamor Rante tetapi umumnya bulatannya lebih kecil dan tidak berlubang. Bulatan itu berupa pusaran pusaran mirip dengan pamor Udan Mas tetapi agak lebih besar sedikit.
Tuahnya mencari jalan rejeki dan menumpuk kekayaan. Untuk pergaulan juga baik, pamor ini tidak memilih dan bisa digunakan siapa saja. 

Tuah utama pamor ini adalah untuk menampung dan mengembangkan rejeki yang didapat. Bisa mengurangi sifat boros, tetapi bukan pelit.
Cocok untuk semua orang baik digunakan berdagang atau berusaha. Bentuknya agak mirip pamor Melati Rinonce, hanya bedanya pada bulatannya ada semacam gambar “lubang”. 

Pamor Adeg banyak dijumpai, tergolong pamor pemilih tetapi lebih banyak yang cocok daripada tidak. Tuahnya terutama sebagai penolak, ada yang menolak guna-guna, ada yang menolak wabah, angin ribut, banjir dan lainnya. Ada yang hanya menolak satu sifat ada yang beberapa sifat penolakan.

Sepintas seperti Adeg, bahkan ada yang menyamaratakan dengan membuat istilah baru Adeg-Mrambut. Padahal sebenarnya lain. Pamor Mrambut alurnya terputus-putus. Tuahnya hampir sama dengan pamor Adeg. Tergolong pemilih, tidak semua orang cocok.
 
Tuah dari pamor ini mirip dengan pamor Tumpal Keli. Hanya pada pamor Sekar Lampes umumnya juga mengandung tuah yang menambah kewibawaan pemakainya dan tergolong pamor yang tidak pemilih. 

Rejeki yang lumintu, walaupun sedikit demi sedikit tetapi selalu ada saja. Itulah yang utama tuah dari Ilining Warih. Selain soal rejaki, pamor ini juga baik untuk pergaulan. Tidak memilih dan umumnya cocok untuk siapapun.

Disebut juga kadang dengan “Blarak Sinered”, tapi ada juga yang menyebut Blarak Ngirid lain dengan Blarak Sinered. Tuah utamanya menambah kewibawaan dan juga baik untuk pergaulan karena disayang orang sekelilingnya, baik pihak atasan atau bawahan. Pamor ini tergolong pemilih. 

Mirip sekali dengan Blarak Ngirid, hanya pada bagian tepinya seolah ada sobekan. Tergolong pemilih dan tuahnya untuk kewibawaan serta keberanian (tatag-bhs jawa). Baik dimiliki oleh orang yang berkecimpung dibidang Militer dan Keprajuritan.

Juga hampir sama dengan Blarak Ngirid atau Ron Pakis, tetapi “daun” nya lebih besar dan lebih menyatu. Tuahnya juga hampir sama dengan Blarak Ngirid, tetapi fungsi pergaulannya lebih besar dari fungsi wibawanya. Beberapa keris dengan pamor ini (tidak semua) baik juga untuk mencari jalan rejeki. Tergolong pamor pemilih. 

Ada yang menyingkat menjadi RONGENDURU atau menyebut RON KENDURU. Agak mirip Ganggeng Kanyut tetapi relatif susunannya lebih teratur dan rapi. Tuahnya berkisar pada kewibawaan dan rejeki. Baik digunakan untuk pengusaha yang punya banyak anak buah. Tergolong pamor pemilh.

Bentuknya indah sekali seperti daun Seledri, tuahnya memperlancar pergaulan dan dikasihani orang sekeliling. Beberapa diantaranya malah bertuah memikat lawan jenis. Tergolong pamor pemilih.

Menyerupai biji ketimun. Hampir sama dengan pamor Uler Lulut tetapi lebih kecil dan lonjong. Tuahnya juga untuk mencari jalan rejeki. Ada sedikit unsure kewibawaan. Baik untuk pedagang maupun untuk pengusaha. Pamor ini agak pemilih.

Tuahnya menarik perhatian orang. Pergaulannya baik dan diterima digolongan manapun. Tetapi pamor ini termasuk pemilih.


Tuahnya baik untuk pergaulan. Bisa menunjang karier karena pemiliknya akan disayang atasan. Termasuk pamor tidak pemilih.

Bentuknya menyerupai bulatan menggumpal dari bawah keatas. Tuahnya untuk jalan rejeki dan pergaulan serta ketentraman rumah tangga. Tergolong tidak pemilih.

Mirip pamor Tetesing Warih, merupakan bulatan bersusun rangkap tiga atau lebih tetapi bulatannya tidak sempurna betul dengan garis tengah sekitar 1 cm. Tempatnya ditengah bilah dan jarak satu bulatan dengan lainnya sekitar 1 cm atau lebih. Pamor ini tergolong tidak pemilih dan tuahnya untuk mencari rejeki.

Tergolong pamor langka dan hanya dijumpai dikeris muda terutama tangguh Madura. Bentuknya mirip Melati Rinonce atau Melati Sato-or tetapi garis penghubung antar bulatan-bulatannya lebih gemuk, lebih lebar. Sedangkan bulatannya juga lebih lebar dibandingkan Melati Rinonce, bahkan ada yang hampir menyentuh tepi bilah. Tergolong tidak pemilih dan bertuah memudahkan mencari rejeki. 

Ditengah bilah ada pamor yang menyerupai garis tebal dari sor-soran sampai dekat ujung bilah. Dikiri kanan garis tebal ini terdapat lingkaran-lingkaran bergerombol atau berkelompok. Satu kelompok terdiri dari dua atau tiga lingkaran menempel pada garis tebal seolah-olah biji kopi menempel pada tangkai bijinya. Tuahnya memperlancar rejeki tergolong tidak pemilih tetapi termasuk pamor langka. 

Ada yang menyebutnya Bonang Sarenteng, agak mirip dengan pamor Sekar Kopi tetapi bulatannya hanya satu. Boleh dikiri-kanan secara simetris atau selang seling. Baik Bonang Rinenteng ataupun Sekar Kopi, bulatannya seperti pusaran di pamor Udan Mas. Tergolong tidak pemilih dan memudahkan mencari rejeki.

Bentuknya mirip Putri Kinurung. Bedanya bulatan-bulatan kecil yang terdapat pada “kurungan” bulatan relatif lebih besar. Ada juga yang bentuknya sepintas mirip pamor Bendo Segodo. Tuahnya untuk “menumpuk” kekayaan dan tidak pemilih

Di Jawa Timur disebut Bulan-Bulan. Mirip Melati Sinebar atau mirip Bendo Segodo. Bedanya pada pamor Wulan-Wulan , bagian tengahnya berlubang jelas. Tuahnya memudahkan mencari jalan rejeki dan mengikat langganan. Sering disimpan ditoko atau warung.

 Pamor ini terletak ditengah Sor-soran, bentuk seperti tampak digambar samping. Berkombinasi dengan pamor Wos Wutah. Tuahnya untuk mendapatkan rejeki walau bagaimanapun kecilnya. Tidak termasuk pamor pemilih.

Bentuknya memang mirip bungkul bawang, berlapis-lapis. Paling sedikit ada lima lapisan dan terletak di sor-soran. Tuahnya dibidang rejeki , untuk pengembangan modal. Cocok untuk orang yang bekerja di Bank dan pengembangan modal. Tidak pemilih.

Pamor ini banyak dicari orang, terutama pedagang dan pengusaha. Bentuknya merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Letaknya ada yang beraturan dan ada yang berserakan. Pamor ini sering pula berkombinasi dengan Wos Wutah atau Tunggak Semi. Manfaatnya untuk mencari rejeki dan tidak pemilih.
 
Seperti gambar sisik ikan, tetapi bila diperhatikan seperti pamor Udan Mas menggumpal menjadi satu, namun pamor ini kurang begitu dikenal, mungkin karena memang jarang. Selain untuk rejeki juga untuk meningkatkan wibawa. Cocok bagi pengusaha dengan banyak karyawan. 

Bentuknya menyerupai gambaran danau dengan tiga atau lebih “pulau” ditengahnya. Letaknya ditengah sor-soran. Tuahnya untuk memudahkan mencari rejeki dan mencegah sifat boros. Bisa diterima dikalangan manapun. Tidak pemilih. 

Sering juga disebut “Gumbolo Agni” atau “Gumbolo Gromo”. Letaknya ditengah sor-soran dan gambarnya seperti “binatang Kala” dengan posisi ekor seperti menyengat. Tuahnya baik, wibawanya besar dan bisa untuk “singkir baya”, baik dimiliki oleh pimpinan sipil ataupun militer. Termasuk pamor pemilih.

Panamaan dari pamor yang hanya terdapat pada satu sisi saja dan sisi lain tanpa pamor alias kelengan, kadang kalau pamor atau bentuk bilah berlainan kiri-kanan sering juga disebut pamor Tangkis. Namun ini harus diperhatikan juga apakah memang tidak ada pamornya ataukah sudah hilang karena terkikis atau aus. Kalau karena aus maka ini bukan pamor Tangkis. Tuahnya menolak wabah penyakit.

Ini istilah untuk keris TANPA pamor sama sekali. Pada keris muda, Pengawak Waja memang tidak diselipi bahan pamor, tetapi pada keris tua masih mengandung bahan pamor walau tidak kelihatan karena penempaan dibuat ratusan kali bahkan ribuan kali lipatan sehingga sudah menyatu dan luluh bilahnya. Hanya tampak seperti urat halus atau serat saja.
Tuahnya susah dibaca, hanya mereka yang mengetahui ilmu esoteri saja yang bisa membaca.

Ada yang menyebut Pamor TARIMO, mirip sekali dengan WOS WUTAH, tetapi agak rapat dan pamor ini tiba tiba berhenti ditengah bilah, kadang hanya ada di sor-soran saja. Pamor ini sesuai untuk yang berusia lanjut, pensiunan dan tidak lagi memikirkan soal duniawi. Baik juga dipunyai oleh yang bersifat brangasan, suka marah tetapi kurang baik dipunyai oleh mereka yang masih aktif bekerja.

Mirip pamor Rojo Abolo Rojo tetapi ukurannya relatif lebih kecil. Terletak ditengah bilah biasanya dikelilingi pamor Wos Wutah dan panjang hanya sepertiga atau setengah bilah. Tuahnya menyangkut kederajatan dan kewibawaan. Tergolong pamor tidak pemilih.

Mirip pamor Batu Lapak, bedanya pusarannya hanya satu dan alurnya melingkar dan secara keseluruhan lebih bulat dibandingkan pamor Batu Lapak. Tuahnya hampir sama dengan Batu Lapak tetapi Kul Buntet punya nilai rejeki. Selain menghidarkan bahaya juga menghalangi usaha penipuan. Umumnya pamor ini baik untuk semua orang.

Ada yang menyebut “Kutu Mesir” atau “Kutu Masir”. Bentuknya terdiri dari tumpukan gelang gelang tidak begitu bulat tetapi cenderung agak persegi. Letaknya dibagian sor-soran dan tuahnya hampir sama dengan Kul Buntet tetapi fungsi rejeki nya lebih kuat. Biasanya dicari pedagang, pengusaha dan pejabat tinggi. Pamor ini sering dikombinasi dengan pamor lain seperti Wos Wutah dan Tunggak Semi.

Ada yang menyebut Udan Riris, ada yang penuh dari sor-soran sampai ujung bilah, ada yang “mengisi” sebagian bilah saja. Walau bentuknya tidak seindah pamor Nogorangsang namun umumnya tuahnya lebih kuat. Selain kewibawaan dan kepemimpinan ada fungsi untuk menolak guna-guna. Pamor ini pemilih.

Pamor ini ada yang menghias seluruh bilah, ada yang sebagian saja, tidak dari sor-soran keujung bilah. Tuahnya untuk melindungi si pemilik dari musibah mendadak. Bahasa Jawanya “Singkir Baya” atau “Tulak Bilahi”. Pamor ini tidak pemilih.

Ada yang menyebut pamor Nabi Sulaiman. Banyak pula yang mengatakan ini adalah rajanya pamor. Letaknya ditengah sor-soran. Tuahnya memang merupakan kumpulan dari hal-hal yang baik, positip. Menghindari bahaya dan mencari jalan rejeki, wibawanya kuat, disayang dan disegani orang disekilingnya. Namun pamor ini punya sifat “memilih”.

Bentuknya menyerupai pusaran yang melingkar-lingkar, biasanya lebih dari lima. Letaknya di sor-soran tengah. Tuahnya “Singkir Baya”. Baik untuk anggota Militer ataupun orang biasa. Berkhasiat bagi yang mempelajari kekebalan, bela diri. Pamor tidak memilih.

Kadang disebut “Teja Bungkus” atau “Bima Bungkus”, baik dipegang oleh mereka yang punya posisi pimpinan karena factor wibawa, kepemimpinan dan disayang anak buah.

Yang baik kalau pamor Tunggul Wulung ini merupakan pamor tiban. Bentuknya mirip gambar anak yang sangat sederhana, hanya kepala, tangan dan kaki dan menempati daerah blumbangan. Tuahnya menolak berbagai macam penyakit dan tidak memilih tetapi pemiliknya harus berperi-laku baik, tak boleh menyeleweng. Tergolong pamor langka.

Disebut juga “Kukus Tunggal”, bentuknya seperti Sodo Saler, hanya dibagian sor-soran pamor ini menggumpal. Gumpalan ini boleh berupa Benang Setukel atau Tunggak Semi atau Wos Wutah atau juga Bawang Sebungkul. Selain dipercaya membawa rejeki juga untuk ketenaran dan menambah wibawa. Tidak pemilih.

Banyak dicari pedagang dan pengusaha karena dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya, lagipula tidak pemilih. Bentuknya mirip Sada Saler tetapi dibagian ganjanya tepat diujung Sada Saler pamornya seperti bercabang dua.

Arti harfiahnya Lidi Sebatang, bentuknya sesuai dengan namanya. Berupa garis lurus membujur sepanjang bilah. Tuahnya ada yang untuk menambah kewibawaan, ketenaran (populeritas) atau keteguhan iman dan pamor ini cocok untuk semua orang.

Ada yang menamakan pamor Tepen. Bentuknya mirip bingkai (wengkon artinya bingkai). Tuahnya untuk perlindungan, ada yang untuk menghindari dari godaan, ada yang memperbesar rasa hemat dan ada yang untuk menghindari dari guna-guna.

Pamor ini selalu terletak diujung bilah dan tuahnya seperti namanya untuk melindungi pemiliknya dari serangan guna-guna dan perlindungan dalam situasi darurat. Pamor ini sering digunakan untuk “penunggu rumah”.

Ada dua macam pamor Satriya Pinayungan. Yang pertama pamor pada bagian sor-soran, apa saja bentuknya, bisa Wos Wutah, lalu diatas pamor itu (dekat ujung bilah) terdapat pamor Kudhung.
Yang kedua, motif pada sor-soran menyerupai Udan Mas tapi bentuknya teratur. Tiga bulatan mendatar diteruskan beberapa bulatan keatas.
Tuahnya sama, membi perlindungan bagi pemiliknya dari perbuatan sirik orang lain. Walau keduanya tidak pemilih tetapi pamor yang pertama lebih cocok untuk mereka yang bekerja di pemerintahan sedangkan yang kedua untuk wiraswasta.
 Untuk yang pertama dianut oleh penggemar keris dari Solo ketimur, sedang kedua oleh penggemar dari Yogya ke barat, mana yang benar tetapi pendapat keduanya diterima oleh sebagian besar penggemar keris.

Pamor ini tuahnya buruk, ada yang menyebut pamor Bebala. Sebaiknya dilarung saja sebab pemiliknya akan kena pindah, dicurigai serta menerima akibat buruk pekerjaan orang lain



Arti harafiahnya “Gigi Belalang”, tuahnya menambah kewibawaan seseorang. Dituruti kata katanya dan pamor ini tergolong pemilih, hanya orang yang punya kedudukan cukup tinggi bisa cocok. Untuk guru dan pendidik biasanya juga cocok.

Tergolong pamor yang buruk tuahnya. Sipemilik akan sering pindah rumah atau diusir oleh sesuatu sebab. Rumahtangga tidak tentram dan dijauhi rejeki. Sebaiknya dibuang saja.

Tuahnya buruk, sipemilik sering dapat musibah karena tingkah lakunya sendiri. Sebaiknya dibuang saja karena siapapun pemakainya akan selalu sial.

Mirip Sada Saler tetapi “garis” ditengah bilah mempunyai motif seperti pilinan tambang atau dhadhung. Tuahnya sama dengan Sada Saler, menyangkut kewibawaan, keteguhan hati. Pamor ini banyak terdapat pada keris buatan Madura dan tergolong pamor pemilih.

Terletak dibagian sor-soran merupakan pamor tiban diantara pamor dominan seperti Wos Wutah dan Ngulit Semangka. Baik sekali jika diberikan pada suami-istri yang baru menikah dengan harapan agar memperoleh anak yang soleh dan berbudi luhur.

Disebut juga Puser Bumi. Bentuknya mirip Udan Mas tetapi dengan skala yang jauh lebih besar, minimal sebesar koin limapuluh rupiah dan kadang sampai 8 cm, terutama pada bilah tombak. Pamor ini tergolong pamor miring, merupakan lingaran yang berlapis dan bukan melingkar seperti obat nyamuk, tuahnya baik tetapi pemilih dan tidak semua orang “kuat” memilikinya. Umumnya dipercaya sebagai pamor yang baik untuk menjaga rumah.

Letaknya dibagian tengah sor-roran, paling sedikit jumlah pusaran-pusarannya ada lima buah. Baik untuk berdagang terutama perhiasan. Pamor ini pemilih dan tuahnya hanya bisa dirasakan oleh yang cocok saja.

Bentuknya merupakan garis lurus dari sor-soran keujung bilah. Tuahnya untuk kewibawaan dan keprajuritan serta meneguhkan dalam mencapai cita-cita, baik untuk militer atau yang berambisi mencapai sesuatu cita-cita. Tergolong pemilih.

Letaknya ditengah sor-soran, mirip huruf S. tuahnya baik terutama untuk guru, pemimpin atau orang yang dituakan serta wibawanya besar, punya sifat pelindung dan tempat bertanya orang lain. Sifatnya pemilih, untuk yang masih “muda”  umumnya kurang kuat.

Hampir seperti Melati Rinonce tetapi ukuran bunganya lebih besar. Bentuk bunga seperti bulatan pada pamor Bendo Segodo. Memudahkan dalam mencari rejeki dan tidak pemilih. Hanya ditemukan pada keris keris yang relatif muda.

Hampir seperti Blarak Ngirid atau Sinered, tetapi ujungnya tidak sampai kebilah keris, malainkan agak mengumpul ditengah saja dan guratannya lebih halus. Tidak pemilih dan tuahnya untuk kewibawaan dan kepemimpinan.         

Seperti paduan pamor Blarak Ngirid dan Naga Rangsang. Sepintas seperti seekor klabang dengan kaki seribunya. Dipercaya bisa menambah kewibawaan dan kekuasaan. Pamor ini tergolong pemilih dan hanya cocok bagi yang memegang posisi pimpinan.

Mirip untaian Bunga Kelapa. Merupakan kumpulan dari bentuk pamor macam pamor Wiji Timun tetapi letaknya sering menyudut, bersusun dari sor-soran keujung bilah. Memudahkan mencari rejeki dan menonjol dalam lingkungan pergaulan. Tidak pemilih.

Tergolong pamor pemilih. Tuahnya untuk ketenaran, untuk menonjol dalam lingkungandan tergolong pamor langka walau dari teknik pembuatan tidak terlampau sukar. Sepintas mirip pamor Wengkon tetapi lebar dan pada bagian dalam ada lekuk-lekuk yang terkadang simetris berhadapan tetapi pada bagian lain sering tidak simetris. Pamor Jala Tunda yang bagus, garis-garis yang menjadi wengkon biasanya halus dan rangkap banyak sekali.

Merupakan bulatan hitam besi tanpa pamor sebesar uang logam lima puluh sen-an atau lebih kecil sedikit letaknya ditengah bilah, diantara pamor – biasanya Wos Wutah nggajih atau Pendaringan Kebak nggajih. Banyak terdapat pada keris buatan Madura. Tergolong pamor pemilih dan paling cocok buat keprajuritan, militer atau yang belajar ilmu kekebalan.

Nama yang menyeramkan, artinya “pembungkus mayat”. Tergolong pamor sangat pemilih. Kalau cocok akan cepat menanjak kariernya atau kekayaannya tetapi kalau tidak cocok bisa mendapatkan malapetaka. Karena itu bila menginginkan pamor ini sebaiknya ditanyakan dulu pada mereka yang tahu agar bisa dilihat cocok atau tidaknya.

Ini termasuk pamor langka walau tampaknya sangat sederhana tetapi pembuatannya sangat sulit. Sepintas seperti jalinan serabut kasar, saling menyilang arahnya tetapi tidak ada kesan tumpang tindih. Pamor ini dipercaya memberikan pengarus baik pada pemiliknya, menjadi teguh hatinya dan besar tekatnya. Amat cocok bagi yang punya cita cita besar baik dalam pendidikan ataupun dalam pekerjaan.

Ini termasuk pamor tiba. Letaknya dibagian sor-soran dan biasanya bercampur pamor yang lebih dominan seperti Wos Wutah atau Ngulit Semangka. Baik untuk setiap orang. Dipercaya dapat menolak segala macam penyakit menular, jadi seperti anti wabah. Tetapi pemiliknya harus menjaga tingkah lakunya dan jangan sampai menyeleweng dari jalan yang lurus.

Sepintas seperti gambar kupu-kupu sedang berlaga. Namun esoterinya tidak ada sangkut paut dengan bidang laga, bahkan baik untuk pergaulan. Pamor ini tidak pemilih dan terletak sepanjang bilah dari sor-soran hingga ujung bilah.

Mirip Udan Mas dan Sisik Sewu. Pamornya berupa bulatan besar dan kecil, rapat satu sama lainnya dan disela pamor yang berbentuk pusaran-pusaran itu ada semacam titik-titik pamor kecil. Pamor ini memudahkan mencari rejaki juga dipercaya orang memudahkan anak gadis atau janda dalam mencari jodoh dan pamor ini tidak pemilih.

Tergolong pamor tiban yang letaknya di sor-soran dan biasanya bercampur pamor dominan lainnya. Pengaruhnya baik pada pemiliknya, melindungi marabahaya, berwibawa dan punya pengaruh luas. Baik bagi seorang pimpinan tetapi tergolong keris pemilih.

Biasa disebut “benang setukel” atau “saukel”. Sepintas memang mirip benang yang diurai dari gulungannya. Keris ini cocok untuk polisi, militer atau pekerja lapangan. Banyak yang menganggap keris ini bisa menolak guna-guna dan keris ini tergolong pemilih.

Hati-hatilah bila berjumpa dengan keris ini. Pamor ini punya pengaruh buruk sekali, terutama buat yang bekeluarga. Sering anak-anak sang pemilik sakit-sakitan atau bahkan meninggal. Sebaiknya dilarung saja.

Ini pamor baik dan tidak pemilih, tuahnya disayang dan dihormati orang sekeliling. Factor rejeki juga baik, bisa lumintu (selalu ada saja)  

Tergolong pamor langka. Untuk penguasaan wilayah, kekuasaan dan kewibawaan serta kepemimpinan. Baik dipakai oleh pemimpin masyarakat. Ada faktor penolak bala dan guna-guna.

Bentuknya sederhana, Cuma gambaran seperti tonjolan berlekuk-lekukbagai kepompong ulat dan letaknya di sor-soran. Tuahnya memudahkan mencari rejeki, hemat serta merupakan pamor yang tidak pemilih. Paling cocok untuk pedagang atau pengusaha.

Bentuknya mirip bayi berjambul sedang tidur. Letaknya di sor-soran dan juga terdapat pada tombak atau pedang. Tuahnya adalah untuk keselamatan dan tergolong “singkir baya”, termasuk berguna untuk menolak guna-guna. Kelebihan dibanding pamor lain, pamor Slamet ini juga mencegah fitnah serta omongan negatif. Tidak pemilih dan cocok untuk semua orang.

Kadang disebut pamor Makarib. Tuahnya baik sekali, menyangkut kepemimpinan, rejeki dan keselamatan dalam perjalanan dan pamor ini tidak pemilih.

Bentuknya menyerupai gelang-gelang yang tidak begitu bulat dan paling sedikit ada tiga gelang-gelang. Letaknya pada bagian pejetan (blumbangan) dibelakang gandhik. Tuahnya untuk penumpukan harta dan rejeki, yang sudah kita terima sukar keluar lagi kecuali untuk hal yang bermanfaat. Baik buat orang yang pemboros agar bisa lebih hemat dan pamor ini tidak pemilih.

Disebut juga pamor Ngurip-urip, mirip pamor Tamsul Kinurung tetapi bentuk utamanya bukan jajaran genjang melainkan lingkaran-lingkaran yang pada satu sisinya seperti meleleh. Letaknya ditengah sor-soran, tuahnya seperti namanya untuk memudahkan mencari sandang-pangan, rejeki. Pamor ini istimewa dan kadang bisa digunakan untuk mengusir mahluk halus. Perbawanya dijauhi binatang buas. Termasuk pamor tidak pemilih.

Ada yang menyebut pamor Dingkiling atau Cengkiling, tuahnya buruk bagi yang sudah berumah tangga. Sering ruwet, cekcok dan tidak tentram bahkan bisa jadi rumahtangganya akan bubar.

Tuahnya seperti Sekar Lampes, tetapi yang menonjol justru kewibawaannya, tergolong juga pamor pemilih.

Mirip dengan air berbuih, tuahnya untuk rejeki dan pergaulan serta mengurangi sifat boros. Tergolong tidak pemilh.

Ada yang menyebut pamot Tepen, ada yang menyebut Lis-lisan. Bentuknya merupakan alur pamor yang merata sepanjang pinggiran bilah keris. Tuahnya macam-macam, ada yang bersifat perlindungan bagi pemiliknya agar terhindar dari bahaya. Ad yang memberikan perlindungan terhadap godaan batin, ada pula yang menambah rasa hemat. Pamor ini tidak pemilih.

Seperti perpaduan pamor Sada Saler dan Wengkon, tuahnya cenderung seperti Sada Saler yaitu berkaitan dengan kepemimpinan dan derajat. Tergolong pemilih.

Tergolong pamor rekan dan juga pemilih. Tuahnya melindungi dari guna-guna atau mahluk halus. Tergolong pamor miring yang menempati bagian bilah dari sor-soran sampai keujung bilah.

Terletak dibagian sor-soran, bentuknya menyerupai garis melintang antara tiga sampai lima lapis, manfaatnya seperti Udan Mas, memudahkan “menumpuk” rejeki. Pada umumnya kerisnya lurus dengan dapur kalau tidak Tilam Upih atau Brojol.

Sebagian orang menyebut Gundolorojo. Umumnya terletak ditengah sor-soran, namun adakalanya terletak agak ketengah bilah keris. Bentuknya mirip gambar mahluk yang menakutkan, kadang seperti perempuan kadang seperti laki-laki atau juga hewan. Rojogundolo yang bertuah biasanya yang dari pamor tiban dan bukan rekan.
Umumnya bersifat perlindungan terhadap pemiliknya, bisa digunakan menolak guna-guna, memindahkan mahluk halus, membersihkan rumah “angker” bahkan jika kerisnya istimewa bisa digunakan menyembuhkan orang yang kesurupan. Tergolong pamor tidak pemilih dan bisa juga terdapat di tombak atau pedang.
Masih banyak lagi pamor yang belum terdata disini, pamor buatanpun sering tidak terdata dengan baik dan kadang penamaan pamor juga hanya berdasarkan gambar yang terjadi belum ada padanannya atau juga karena timbul kreasi baru dari sipemesan keris kepada sang empu agar dibuatkan pamor seperti rancangannya.
Semua masukan mengenai pamor yang baik tercantum didalam tulisan ini ataupun belum tercantum sangat diharapkan untuk melengkapi data dan kekayaan informasi pamor agar informasi itu tidak hilang begitu saja.

CIRI IDENTIFIKASI KATEGORI TANGGUH DAN PERKIRAAN JAMAN

 

Tangguh secara harfiah berarti perkiraan. Dalam dunia perkerisan di pulau Jawa tangguh meliputi perkiraan mengenai zaman pembuatan atau gaya pembuatan. Jadi jika seorang mengatakan bahwa sebilah keris tangguh Majapahit, itu berarti bahwa keris itu diperkirakan buatan zaman Kerajaan Majapahit.
Definisi lain tangguh adalah perkiraan gaya kedaerahan, atau zaman dibuatnya sebilah keris atau tombak, yang dijabarkan dari pasikutannya, pengamatan jenis besinya, pamor dan bajanya. Yang dimaksud pasikutan adalah kesan selintas atas gaya garapan sebuah keris. Misalnya keris tangguh Majapahit dapat diartikan: (1) dibuat dengan gaya (model) Majapahit, (2) dibuat oleh empu dari Majapahit.
Ada sementara pecinta keris yang mengartikan tangguh sebagai asal-usul. Namun pengertian seperti ini kurang meyakinkan karena ternyata ada beberapa empu yang hidupnya berpindah-pindah, misalnya dari Pajajaran ke Tuban lalu ke Majapahit.
Penyebutan nama tangguh keris terasa kabur karena dalam budaya keris juga dikenal kebiasaan mutrani atau pembuatan duplikat. Khusus untuk keris-keris putran (duplikat), penyebutan nama tangguh menjadi kacau, maka untuk keris-keris demikian lalu disebut yasan, artinya buatan. Misalnya keris A merupakan duplikat keris B. Keris A buatan Surakarta, sedangkan keris B tangguh Tuban. Maka keris A disebut tangguh Tuban yasan Surakarta.
Karena itu, jika seseorang keliru dalam menangguh sebuah keris, ia tidak akan terlalu dipersalahkan karena tangguh hanyalah sebuah perkiraan. Ilmu tangguh mempelajari cara menentukan perkiraan tentang zaman apa sebuah keris atau tosan aji lain dibuat, berdasarkan tanda-tanda tertentu. Ahli keris yang sering tepat dalam memperkirakan tangguh sebilah keris atau tombak biasanya disebut ahli tangguh. Dengan mengamati tanda-tandanya seorang ahli tangguh terkadang dapat memastikan tangguh sebilah keris. Jika tangguhnya pasti, biasanya disebut tangguh lempoh.
Serat Centhini yang oleh sebagian besar pencinta keris dianggap sebagai sumber tertulis yang menjadi panutan, tidak mengkaitkan soal tangguh dengan sesuatu zaman. Tentang hal ini, Bambang Harsrinuksmo dalam naskahnya Budaya Keris (manuskrip tahun 1996) antara lain menulis: bilamana maksud para penulis Serat Centhini memang bukan mengaitkan soal tangguh dengan zaman pembuatan, berarti seorang empu yang hidup pada masa kini pun boleh menyebut keris buatannya sebagai keris tangguh Majapahit. Dalam naskahnya itu Bambang Harsrinuskmo menyimpulkan, tangguh seharusnya memang dikaitkan dengan zaman pembuatan, sekaligus perkiraan umur keris itu. Ia berpendapat, walaupun Serat Centhini menjadi salah satu panutan, belum tentu segala uraian yang dimuat dalam karya agung itu pasti benar.

Tangguh keris yang dikenal masyarakat perkerisan di Pulau Jawa adalah:

Tangguh Segaluh, mempunyai pasikutan kaku tetapi luruh. Besinya berkesan kering, warna hitam pucat kehijauan. Pamornya kelem. Panjang bilahnya ada yang panjang, ada pula yang pendek. Gandiknya maju kedepan sehingga ganjanya selalu panjang.

Tangguh Pajajaran, pasikutannya kaku dan kasar, besinya cenderung ‘kering’, keputih-putihan, pemunculan pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh, dalam) dan halus. Pamor itu tergolong nggajih.

Tangguh Kahuripan, pasikutannya hambar, kurang semu. Warna besinya agak kehitaman, biasanya berpamor sanak, tetapi ada juga yang mubyar. Ganjanya agak tinggi, tetapi tidak begitu lebar. Ukuran panjang bilahnya sedang, luk-nya tidak merata, makin keujung makin rapat. Ada kalanya keris tangguh Kahuripan berganja iras, namun banyak juga yang tidak.

Tangguh Jenggala, pasikutannya luwes, birawa. Besinya agak kehitaman, berpamor lumer pandes tetapi ada pula yang mubyar. Ukuran panjang bilahnya agak berlebihan dibanding tangguh lainnya, demikian juga lebar bilahnya, terutama di bagian sor-soran. Luknya luwes merata, Sirah cecak pada ganja berbentuk lonjong memanjang.

Tangguh Singasari, pasikutannya kaku dan wingit. Bilahnya berukuran sedang; ujungnya tak begitu runcing. Warna besinya abu-abu kehitaman, nyabak (bagaikan batu tulis). Menancapnya pamor pada permukaan bilah lumer dan pandes. Penampilan pamor itu biasanya lembut dan suram (kelem). Gandik-nya berukuran sedang, agak miring. Sirah cecak pada ganja bentuknya lonjong memanjang.

Tangguh Majapahit, pasikutannya agak wingit dan prigel, besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan ‘kering’; warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes lan ngawat (kokoh serupa kawat), sebagian pamor itu mrambut. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke ujung makin ramping sehingga berkesan runcing. Luknya tidak begitu rapat. Gandiknya miring dan agak pendek.

Tangguh Madura, dalam dunia perkerisan dibagi dua, yakni Madura Tua yang sejaman dengan Majapahit dan Madura Muda yang sejaman dengan Mataram Amangkurat. Keris tangguh Madura Tua pasikutannya demes, serasi, seimbang, menyenangkan). Besinya berkesan kering seperti kurang wasuhan, warnanya hitam pucat. Pamornya nggajih dan nyekrak, kasar rabaannya. Panjang bilahnya tidak merata; ada yang panjang, ada yang sedang, ada yang agak pendek. Ganjanya sebit ron tal, sirah cecaknya pendek. Keris tangguh Madura Muda pasikutannya galak. Besinya berkesan kering; seperti kurang wasuhan. Warnanya hitam agak abu-abu; kadar bajanya kurang. Pamornya mubyar dan nyekrak. Gandik-nya miring, ganjanya sebit ron tal, sirah cecaknya pendek.

Tangguh Blambangan mempunyai pasikutan demes. Besinya keputihan dan berkesan demes, serasi. Pamornya, biasanya nggajih dan menancap ke permukaan secara pandes. Bilah keris tangguh Blambangan berukuran sedang, ujungnya tidak terlalu meruncing. Gandiknya pendek dan miring; ganjanya sebit ron tal; sedangkan sirah cicaknya pendek.

Tangguh Sedayu, pasikutannya demes, serasi, harmonis. Panjang bilahnya sedang, berkesan ramping, luk-nya juga luwes. Besinya matang tempaan, berkesan basah, hitam kebiruan. Pamornya bersahaja, mrambut, dan seolah mengambang pada bilahnya. Ganjanya tergolong sebit ron tal, sirah cicaknya agak pendek.

Tangguh Tuban, pasikutannya sedang, panjang bilahnya sedang, agak lebar, agak tebal, luknya renggang dan dangkal. Besinya hitam; kadar bajanya banyak dan berkesan kering. Pamornya kelem dan pandes. Gandiknya agak pendek. Bentuk sirah cecak pada ganjanya membulat, besar tapi pendek. Sogokannya panjang.

Tangguh Sendang, walaupun garapannya rapi, pasikutannya wagu, kurang harmonis, kurang serasi. Bilahnya kecil ramping dan agak pendek. Besinya matang tempaan, kehitamaan dan berkesan basah. Pamornya sederhana dan berkesan mengambang.

Tangguh Pengging, pasikutannya sedang ramping, garapannya rapi, Jika keris luk, luknya rengkol sekali. Besinya hitam, berkesan basah. Pamornya bersahaja, lumer pandes. Gulu melednya panjang.

Tangguh Demak, mempunyai pasikutan yang wingit. Bilahnya berukuran sedang; besinya hitam kebiru-biruan dan berkesan basah. Pamornya tergolong kelem dan berkesan mengambang. Ganjanya tipis. Sirah cicaknya pendek.

Tangguh Pajang, pasikutannya kemba, besinya odol dan garingsing. Pamornya sawetu-wetune; tidak direka dan tidak dirancang. Kembang kacangnya besar, lebar dan kokoh.

Tangguh Madiun, pasikutannya kemba. Besinya berkesan basah. Pamornya sedikit tapi lumer dan pandes. Bilah tebal, biasanya nglimpa, konturnya agak mbembeng.

Tangguh Koripan, pasikutannya kemba, tanpa semu (hambar). Besinya garingsing (kehitaman dan berkesan kering); pamornya berkesan adeg, jenis pamornya sanak.

Tangguh Mataram, ada tiga macam, masing-masing mempunyai ciri tersendiri. Pertama, Mataram Senopaten; pasikutannya prigel, sereg; besinya hitam kebiruan. Pamornya pandes lan ngawat. Kedua, Mataram Sultan Agung: pasikutannya demes (serasi, menyenangkan, tampan, enak dilihat), besinya mentah, pamornya mubyar. Ketiga Mataram Amangkuratan: pasikutannya galak, birawa, besinya mentah, pamornya kemambang. Tangguh Amangkuratan biasaya juga disebut Tangguh Kartasura.

Tangguh Cirebon, mempunyai pasikutan yang wingit. Bilahnya berukuran sedang, tipis, jarang yang memakai ada-ada; besinya hitam kecoklatan dan berkesan kering. Pamornya tergolong kelem dan berkesan mengambang. Ganjanya tipis dan sirah cecaknya pendek.

Tangguh Surakarta pasikutan-nya demes dan gagah (serasi, menyenangkan, tampan, gagah), birawa. Besinya mentah; pamornya mubyar, ganjanya memakai tungkakan.

Tangguh Yogyakarta agak mirip dengan tangguh Majapahit. Pasikutannya wingit dan prigel. Besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan ‘kering’, warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes lan ngawat (kokoh dan serupa kawat), sebagian pamor itu mrambut. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke atas makin ramping hingga berkesan meruncing. Luknya tidak begitu rapat, Gandiknya miring dan agak pendek.

Keris Buda dan tangguhKabudan, walaupun dikenal masyarakat luas, tidak dimasukan ke dalam buku-buku yang memuat soal tangguh. Mungkin, karena dapur keris yang dianggap masuk dalam tangguh Kabudan hanya sedikit, hanya dua yakni Jalak Buda dan Betok Buda. 

[Sumber: Bambang Harsrinuksmo, Ensiklopedi Keris, Gramedia, 2008, hlm. 459-463]


KATEGORI TANGGUH DAN PERKIRAAN JAMAN =
1 .) KADEWATAN PADA ABAD 4 SAMPAI 5 MASEHI
2. )PURWA CARITO PADA ABAD 6 - 7 MASEHI
3. )BUDA PADA ABAD 8-9 MASEHI
4.)JENGGOLO,SEGALUH PADA ABAD 9 - 12 MASEHI
5,)PAJAJARAN ABAD 10 - 12 MASEHI
6.)SINGOSARI ABAD 13 MASEHI
7.)MOJOPAHIT ,BLAMBANGAN ,TUBAN,SEDAYU ABAD 14 - 15 MASEHI
8.)PAJANG,PENGGING,MADURA,CIEBON,MADIUN ABAD 16 MASEHI
9.)MATARAM =
   A )PANEMBAHAN SENOPATI ABAD 16 MASEHI
   B)SULTAN AGUNG HAYAKRAKUSUMA ABAD 17 MASEHI
   C)AMANGKURAT AGUNG (PLERET,KARTASURA )ABAD 18 - 19 MASEHI
10)SURAKARTA ,YOGYAKARTA ABAD 18 - 20 MASEHI

DALAM PENYEBUTAN TANGGUH 
 SEYOGYANYA JUGA DI CANTUMKAN PERKIRAAN ABDNYA ,
JIKA MUNGKIN TAHUN PERSISNYA 
JIKA BERHADAPAN DENGAN TOSAN AJI / KERIS - KERIS TANGGUH LEMPOH

MACAM NAMA DHAPUR TOMBAK

1. MACAM BAGIAN DHAPUR DAN RICIKAN KERIS SERTA PEMAHAMANYA

MACAM BAGIAN DHAPUR DAN RICIKAN KERIS 
SERTA PEMAHAMANYA
DISEBUT DHAPUR SEBUAH KERIS 
ADALAH BENTUK / MODEL / WUJUD BAKU BAKU YANG TURUN TEMURUN SEBAGAI PATOKAN PEMBUATAN KERIS.
SEBUAH KERIS DALAM GARIS BESARNYA DAPAT DI BAGI 
DALAM BEBERAPA BAGIAN YAITU
  1. PESI (TANGKAI BILAH )
  2. GANJA
  3. WILAH ( BILAH )
A.PESI
DI BUAT DARI UJUNG CALON KERIS .UNTUK MENGUATKAN KEDUDUKAN DALAM TANGKAI ( UKIRAN JAWA ) ,
PESI DAPAT DI BUAT TERPILIN ( UNTIRAN ) ,BAHKAN KADANG UJUNGNYA SEPERTI JARUM.UMUMNYA PESI KERIS DI BUAT LURUS.BIASANYA UNTUK MENGOKOHKAN DALAM TANGKAI,
PESI DI BEBAT DENGAN KAIN,RAMBUT ,ATAU SERING DI MATIKAN DENGAN LAK ( DI JABUNG )
PESI YANG SUDAH TERLALU PENDEK KARENA AUS ATAU PATAH DAPAT DI SAMBUNG ( DI SRUMBUNG )DENGAN POTONGAN BESI LAIN

B. GANJA
ADALAH BAGIAN YANG BERLUBANG DI TENGAH PADA BASISKERIS.BAGIAN INI DAPAT DI LEPAS DARI BILAH.

MACAM MACAM JENIS PENYEBUTAN GANJA  KERIS
  1. GANJA WULUNG KERIS DENGAN GANJA YANG BAHANYA LAIN DENGAN BILAH.KERIS BUATAN MATARAM BANYAK MEMAKAI GANJA WULUNG.
  2. GANJA IRAS ADA LAGI GANJA YANG SEJAK AWALNYA MENYATU DENGAN BILAH,SEPERTI TERDAPAT PADA KERIS TUA.
  3. GANJA SEKAR ADALAH GANJA YANG DI HIAS DENGAN PAMOR PADA SISI SAMPINGNYA MAUPUN SISI ATASNYA YANG KLIHATAN
  4. GANJANG MASKUMAMBANG HANYA BERPAMOR PADA PERMUKAAN ATASNYA
JIKA DI LIHAT DARI SAMPING GANJA 
DAPAT DIBEDAKAN MENURUT BENTUKNYA YAITU
  1. GANJA AMBATHOK MENGKUREP (TEMPURUNG TERBALIK )
  2. WUWUNG
  3. DHUNGKUL
  4. KELAP LINTAH
  5. WILUT
  6. SEPANG
  7. YUYU RUMPUNG
  8. GANJA DENGAN GRENENG
  9. GANJA KINATAH
  10. GANJA YANG PAPAK ( DATAR ) UJNGNYA DI SEBUT SEBIT RONTAL
  11. GANJA YANG LANCIP DI SEBUT UCENG MATI
  12. GANJA MENYERUPAI HEWAN CICAK  KEPALA GANJA TIDAK LANCIP DI SEBUT GANJA CECAK
  13. SEDANG GANJA TEKEK MENYERUPAI DENGAN GANJA CECAK HANYA KEPALA DAN PERUTNYA LEBIH MEMBULAT
  14. GANJA NYANGKEM KODOK  MEMPUNYAI KEPALA GANJA YANG BESAR DAN LANCIP SEPERTI MULUT KATAK
KOMPONEN GONJO TERDIRI DARI
  1. SIRAH CECAK (KEPALA GANJA )
  2. GULU MELED (LEHER )
  3. GENDHOK (WETENG ,PERUT )
  4. BUNTUT MIMI ( DITENGAH YANG BERLUBANG KEPET )
  5. BUNTUT CECAK / URANG ( EKOR GANJA )
  6. SEBIT RON ( BAGIAN ANTARA EKOR GANJA DAN GENDHOK )

C.WILAH
BILAH ATAU AWAK AWAK DISEBUT JUGA BADAN BILAH TERDIRI DARI :
  1. PUCUK ( UJUNG BILAH )
  2. WILAH ATAU TENGAH WILAH
  3. SOR SORAN (BAGIAN NGISOR BILAH / BAWAH )
DENGAN PENJABARAN SEBAGAI BERIKUT


1.PUCUK
 BENTUK PUCUK BILAH TERDIRI DARI
  1. BENTUK UJUNG BILANG DAPAT NYUJEN ( SEPERTI GUJEN ),
  2. ANGGABAH  KOPONG SELONGSONG PADI YANG KOSOSNG
  3. AMBULUT TUMA ( SEPERTI EKOR KUTU RAMBUT )
  4. NGUDHUP ( SEPERTI KUNCUP BUNGA GAMBIR )

2.WILAH ATAU TENGAH BILAH
RICIKAN WILAH TERDIRI DARI 
  1. ADA – ADA DI TENGAH BILAH,LIS / ELIS ,GUSEN DAN KRUWINGAN. URAIAN LENGKAP TENTANG HAL INI KEBAHAS DALAM BAB SOR – SORAN
  2. DHADA ADALAH TEPI BILAH DEPAN YANG MELENGKUNG KE DALAM PADA PERMULAKAAN LUK PERTAMA
  3. GANDHU TEPI BELAKANG LUK PERTAMA BERLAWANAN DENGAN DADHA
  4. UCU UCU SEPERTI JUGA DADHA TEPI LUAR LUK SETELAH LUK PERTAMA
  5. TENGKEL ADALAH LAWANYA UCU UCU
  6. GEGER / GIGIR  ATAU PUNGGUNG DIARTIKAN TEPI BILAH BAGIAN BELAKANG ANTARA BASIS DAN UJUNG KERIS
  7. PANATAS / PANITIS ADALAH TEPI BILAH UJUNG YANG TAJAM KIRA KIRA SAMPAI 3 CM DIBAWAH MATA UJUNG KERIS
  8. TIRAH TIRAH ADALAH SEMUA BAGIAN TEPI KERIS YANG TAJAM DARI SOR – SORAN SAMPAI MATA UJUNG KERIS. PANJANG PENDEKNYA BILAH KERIS SERING DI ISTILAHKAN DENGAN KATA DEDEG

3.SOR SORAN
SEPERTIGA BAGIAN BAWAH BILAH ,KURANG LEBIH SELEBAR TELAPAK TANGAN ,DI SEBUT SOR- SORAN ATAU BASIS BILAH.
ADA TIDAKNYA KOMPONEN (RICIKAN )PADA SOR-SORAN MERUPAKAN CIRI UTAMA DALAM MENGIDENTIFIKSI NAMA DHAPUR KERIS.


 
RICIKAN SOR-SORAN KERIS ADALAH SEBAGAI BERIKUT =
  1. GANDHIK ADALAH BAGIAN BILAH KERIS YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIRAH CICAK,BERBENTUK BULAT PANJANG
  2. LAMBE GAJAH BERBENTUK SEPERTI LIDAH KECIL . DAPAT BERJUMLAH SATU,DUA ATAU TIGA.LAMBE GAJAH JUGA DI SEBUT JALU MEMET (CATATAN : ISTILAH JALU MEMET SERING JUGA DIMAKSUDKAN UNTUK BENTUKAN SERUPA LIDAH KECIL PADA PANGKAL GANDHIK DEKAT DENGAN GANJA )
  3. JALEN ,BENTUKNYA TAJAM SEPERTI DURI LETAKNYA DIBAWAH KETIAK KEMBANG KACANG ,MELEKAT PADA GANDHIK
  4. KEMBANG KACANG ATAU SEKAR KACANG ATAU TELALE GAJAH(BELALAI GAJAH ),BERBENTUK SEPERTI HELAI BUNGA KACANG MELENGKUNG KE BAWAH.MENURUT BENTUKNYA KEMBANG KACANG DAPAT CUPET ATAU POGOK (TAK SAMPAI ),PUGUT ( TERPUTUS ),BUNTHET (TAK BERLUBANG ),DAN BUNGKEM  ( UJUNGNYA MELEKAT PADA GANDHIK ),GULA MILIR ADALAH KEMBANG KACANG BERBENTUK SEPERTI CAIRAN GULA YANG MELELEH
  5. JENGGOT TONJOLAN MELENGKUNG SEPERTI JENGGOT YANG MELEKAT PADA TEPI LUAR KEMBANG KACANG.DAPAT JUGA JENGGOT MENYERUPAI HURUF DHA (HURUF AKSARA JAWA ) JENGGOT LEBIH DARI SATU DI SEBUT ROBYONG
  6. TIKEL ALIS  ATAU WIDHENG BERBENTUK SEPERTI ALUR PENDEK DIATAS GANDHIK ATAU KEMBANG KACANG PADA BILAH KERIS
  7. SOGOKAN ADALAH ALUR MEMANJANG MENUJU UJUNG BILAH DARI KANAN KIRI PELEKATAN PESI PADA BILAH.SOGOKAN BISA TUNGGAL,DEPAN ATAU BELAKANG SAJA.SOGOKAN WURUNG ATAU UJUNG GUNUNG ADALAH SOGOKAN YANG SANGAT PENDEK ,MENYERUPAI HURUF V
  8. JANUR ADALAH BAGIAN TENGAH ANTARA DUA SOGOKAN
  9. BUNGKUL ATAU GENUKAN ,ADALAH BAGIAN JANUR  YANG MELEKAT PADA GANJA.BERBENTUK SEGITIGA MEMANJANG  ATAU DI SEBUT KEMBANG KACANG SEPANG BILAMANA LENGKUNG KEMBANG KACANGNYA MENGARAH KEATAS .DI SEBUT  GATRA BILAMANA BENTUKNYA SANGAT KECIL (RUDIMENTER,HANYA BEKASNYA SAJA )SEGITIGA PENDEK MENYERUPAI BAWANG ,DI SEBUT BAWANG SEBUNGKUL
  10. SRAWEYAN ATAU SRAWEHAN ,ADALAH ALUR ALUR DI BELAKANG SOGOKAN .ADA YANG MENYEBUT SRAWEYAN INI SOR-SORAN (TAK LAZIM )
  11. ELIS /LIS ATAU BINGKAI ,ADALAH ALUR KECIL MEMANJANG DARI BASIS SAMPAI UJUNG KERIS
  12. GUSEN ADALAH BAGIAN DATAR TEPI BILAH ,MEMANJANG DARI BAEWAH SAMPAI UJUNG KERIS
  13. KRUWINGAN ATAU PLUNTURAN ADALAH ALUR SEPANJANG BILAH,DI BELAKANG GUSEN DARI SOR SORA SAMPAI UJUNG.ALUR LANJUTAN KRUWINGAN KE PUCUK DI SEBUT GULA MILIR
  14. PEJETAN ATAU BLUMBANGAN  ,BERUPA LEKUKAN BULAT  ATAU PERSEGI EMPAT DI BELAKANG GANDHIK ATAU KEMBANG KACANG
  15. ADA ADA ADALAH BAGIAN TENGAH KERIS  YANG MENONJOL ,BERJALAN DARI SOR – SORAN SAMPAI UJUNG
  16. WADIDANG ATAU WEDIDANG ,BAGIAN TEPI BILAH BAGIAN BELAKANG PADA SOR - SORAN
  17. TUNGKAKAN ( TUMIT ) ADALAH UJUNG BELAKANG BILAH KERIS  YANG MELEKAT PADA GANJA
  18. GRENENG ,BERUAP DURI DURI MEMBENTUK HURUF DHA BERJAJAR. GRENENG WURUNG BERUPA BUKIT KECIL .ATAU DI SEBUT JUGA UJUNG GUNUNG ( CATATAN: ISTILAH GRENENG SERING DIMAKSUDKAN KUMPULAN SEMUA BENTUK BERDURI YANG TERDAPAT PADA GANJA ) GRENENG SUSUN ADALAH GRENENG YANG JUMLAHNYA LEBIH DARI SATU
  19. RI PANDHAN ,BERBENTUK SEPERTI DURI PADA EKOR GANJA .RI PANDHAN LEBIH DARI SATU DI SEBUT RI PANDHAN SUNGSUN
  20. KANYUT TERLETAK DI SEBELAH RI PANDHAN  ,BERBENTUK SEPERTI BUKIT KECIL MENURUN SAMPAI EKOR GANJA
  21. THINGIL ATAU THENGIL ATAU NGANJAR NGIRM ,TERLETAK DI BAWAH RI PANDHAN ,DEKAT DENGAN BILAH.BERBENTUK SEPERTI TONJOLAN TAJAM ATAU TUMPUL
  22. RONDHA NUNUT ADALAH GRENENG YANG BERJAJAR PADA BILAH  KERIS SEBAGAI LANJUTAN GRENENG YANG MELEKAT PADA GANJA
  23. LUK –LUKAN KERIS (KELOKAN KERIS ) DI BEDAKAN KERIS YANG BERDHAPUR LURUS DAN BERDAPUR LUK-LUKAN ,ATAU LUK SAJA.MENURUT KEPERCAYAAN TRADISIONAL ,LUK KERIS HANYA SAMPAI 13,SELEBIHNYA DI SEBUT KERIS KALAWIJAN ATAU POLOWIJAN.KERIS DIANGGAP BAIK JIKA LUK KERISNYA GANJIL (GASAL ).YANG DIANGGAP KURANG BAIK JIKA LUKNYA GENAP ,DI ANGGAP CACAT.KERIS BERLUK GENAP DI SEBUT JUGA KERIS DHANDANG GELAK ( BURUNG GAGAK YANG HAUS ) KARENA DI PERCAYA DAPAT MEMBAWA BENCANA BAGI PEMAKAIANYA.

HAPPY SHOPING

HAPPY SHOPING

Cari Produk

Memuat...

Produk Terlaris